Salah Siapa ?

Sore itu seorang teman kerja mendekatiku, dengan sedikit kegundahan ia mengungkapkan curahan hatinya, disini saya belajar untuk menjadi pendengan yang baik, dan dengan seksama saya dengarkan kata per kata nya.

Dari yang disampaikannya, ada  beberapa pertanyaan yang menjadi kegundahan hatinya.

1. Kenapa ya cewek ku selalu bikin kesel ?
2. Kenapa Harus aku selalu yang mengalah ?
3. Kenapa selalu aku yang mempertahankan hubungan ini ?
dan sederet pertanyaan bernada KENAPA.....

Dalam posisi seperti ini, saya menempatkan diri menjadi pihak yang aman, dengan pemikiran yang lebih fresh saya mencoba membantunya, tapi tidak dengan tips-trik yang biasa para motivator sampaikan, saya menggunakan cerita-cerita dari berbagai sumber untuk membuka pikirannya, ini cara saya, dan saya bukan seorang motivator. :-)

Perlahan dia menemukan jawaban dari apa yang menjadi kegundahannya sendiri, dan saya hanya tersenyum melihat perubahannya. Kalimat terakhir yang saya sampaikan ke dia adalah supaya dia menyampaikan apa yang menjadi penyesalannya ke pacarnya, setelah itu saya belum tahu lagi bagaimana nasib hubungan mereka.

Untuk membuka pikirannya yang saya lakukan  adalah dengan mengingatkan dia akan kodrat alamiah seorang Pria dan Wanita,  yang saya rangkum dalam beberapa point pokok :
1. seorang Pria merupakan mahluk yang paling sulit untuk menyembunyikan kegundahannya dan Wanita memiliki kemampuan sebaliknya. Mereka lebih mudah menyembunyikan kegundahann hatinya dan mampu menutupinya dengan baik, seolah tidak pernah ada kejadian apa-apa.

2. Karena faktor pertama tadi, Pria lebih gampang melupakan kesalahan yang dilakukannya maupun pasangannya, tapi berbeda dengan Wanita, mereka bisa melupakannya tapi bayangannya akan selalu muncul setiap saat dipikirannya, bukan dia dendam, tapi itulah wanita, mereka lebih memilih memendam kegundahannya dan menumpuk dalam pikirannya.

3. Ketika seorang Wanita menceritakan kembali kesalahan anda, yang sangat diharapkannya adalah sikap prianya yang lebih dewasa, mampu menjadi pendengar yang baik, karena dia hanya ingin menceritakan dan mengeluarkan apa yang menjadi kegundahan hatinya, melepas bebannya, karena hanya pada anda lah dia ingin menceritakannya, karena dia sayang anda. Tapi banyak pria yang menyalah artikan sikap seperti ini, mereka menjadi kesal dan menganggap sang wanita pendendam dengan mengungkit-ungkit yang sudah-sudah, kawan tolong sadari ini, ini kodrat seorang wanita, dia hanya ingin didengarkan, bukan malah mendengarkan balik kalimat bernada amarah dari anda.

4.  Jika seorang Pria ditakdirkan sebagai seorang pejuang, maka Wanita memiliki ditakdirkan sebagai penjaga martabat keluarga, ini kodrat alamiah, jadi wanita memiliki caranya sendiri dalam mempertahankan hubungan dengan anda, berbeda dengan pria yang selalu harus berjuang mempertahankan hubungannya dengan sang wanita.

kurang lebih hal itu yang saya sampaikan kepadanya, selain itu saya hanya mengingatkan bahwa apa yang sedang kita jalani adalah bagian dari ujian yang Tuhan berikan kepada kita.

Tuhan menjawab do'a kita dengan caraNya, kita harus siap, meskipun jawabannya itu dengan ujian dan cobaan

dan selain itu saya juga mengingatkan padanya akan indahnya kata "maaf" dengan memulai duluan mengucapkan maaf, mengambil contoh dan teladan yang sudah diajarkan oleh nabi dan rasul dalam menyebarkan dan mengajarkan kebaikan kepada kita, mereka senantiasa memberikan maaf kepada orang yang telah menyakiti mereka.

Jika sang wanita melakukan point ke-3 (tiga) pada hal yang saya sebutkan diatas, anda harus bisa menyikapinya dengan lebih dulu mengucapkan kata maaf, meskipun anda sebenernya tidak salah, dengan maaf yang anda sampaikan, setidaknya kegundahan yang dirasakannya akan sedikit berkurang, dan amarahnya mulai mencair. Ketika sudah mencair, silahkan luruskan dengan baik permasalahan yang sedang kalian hadapi.

Yakinlah, bahwa wanita adalah mahluk yang paling pandai berterimakasih, jika anda memberi sekali, wanita tidak membalasnya dengan cukup sekali saja, tapi berkali-kali. :-)

Mari kita bermuhasabah diri, daripada sibuk dengan menyalahkan orang lain, mempersiapkan diri menjadi lebih baik adalah cara yang lebih agung dalam menyikapi permasalahan yang sedang kita hadapi. Dan... Semoga kita menjadi lebih baik lagi....

syukron.. JY/YR

0 komentar:

 
© 2013 | Life is about a learn