DEPOK,KAMIS - Sosok muda memang sangat diharapkan oleh masyarakat Indonesia dalam Pemilu 2009 untuk membawa perubahan. Tren Obama di Amerika Serikat, sedikit banyak, mempengaruhi psikologis masyarakat. Pengamat politik Universitas Indonesia Eep Saefulloh Fatah menghimbau masyarakat untuk berhati-hati menginterpretasikan frase calon muda.
"Kalau kita sebut itu sebagai kaum muda, kita hanya menyebut muda sebagai statistik sama seperti perempuan jika hanya soal jumlah maka tidak ada agenda gender yang dibahas. Kaum pemuda sebagai pemilih harus digarap sebagai identitas politik," ujar Eep dalam orasi dan diskus politik bertajuk 'Merumuskan Agenda Politik Kaum Muda Dalam Pemilu 2009' di Kampus FISIP Universitas Indonesia Depok, Kamis (30/10).
Maksud Eep dengan 'muda' sebagai identitas politik berarti bukan soal biologis namun pola pikirnya dalam menjalankan kekuasaan. Seorang calon yang berumur muda, ketika menjalankan gaya-gaya politik sekedar untuk meraup perolehan suara saja, dalam identitas politik dia disebut 'calon tua'.
"Kita harus hati-hati menyebut kandidat muda atau tua, kecuali kita cuma sepakat itu soal umur. Tapi percuma kita diskusi berbusa-busa kalau ternyata ketika terpilih, keadaan sama saja," tutur Eep.
Menurut Eep,
yang sebenarnya sangat dinantikan saat ini adalah generasi politisi baru reformasi yang tidak menganggap partai sekedar datang dan pergi setelah pemilu selesai atau tidak berpikir membangun hubungan secara berkesinambungan dengan konstituennya.Eep juga menuturkan empat skenario yang patut diwaspadai dari calon-calon presiden yang mengaku muda atau berpihak kaum muda namun justru cara mereka berpolitik sesungguhnya adalah 'tua'. Skenario pertama atau yang disebut Kesinambungan Horizontal adalah elit lama tumbuh dengan pakaian dan jargon baru lalu diterima dalam era baru namun mereka mempraktekkan sistem politik yang lama dan tidak berubah.
Skenario kedua atau Kesinambungan Vertikal, yaitu ketika elit lapis kedua atau ketiga dalam pemerintahan sebelumnya kemudian menjadi elit lapis pertama dan mereka melakukan strategi yang tak jauh beda dengan elit pertama sebelumnya. Sementara itu, skenario ketiga atau Kesinambungan Sosial, yaitu ketika mereka yang sebelumnya tak sempat berkuasa melanjutkan cara-cara pemerintah sebelumnya.
Sedangkan yang keempat atau Kesinambungan Oposisional yaitu ketika mereka yang dulu dalam posisi oposisi ketika berkuasa malah mencontek kekuasaan yang dulu mereka sering kritik.
0 komentar:
Post a Comment